Berita / Riau / Bengkalis
Pelajar Siak Kecil Bengkalis Jadi Jawara Pantun Lewat Konten Instagram
Ayobaca.id, Pekanbaru - Dua pelajar SMAN 1 Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, Muhammad Zafran dan Muhammad Syakir Al Azani, berhasil meraih Juara I dalam Lomba Video Berbalas Pantun 2025 yang digelar dalam rangka peringatan Hari Pantun Nasional. Keduanya tampil unggul di antara puluhan peserta dari berbagai daerah.
Karya video berbalas pantun yang mereka unggah melalui akun Instagram @mhd.zfraan dinilai memiliki kekuatan pada penguasaan materi, kesesuaian tema, serta kemampuan menyampaikan pantun secara komunikatif dan beretika. Dalam karya tersebut, mereka mampu memadukan nilai tradisi dengan kreativitas generasi muda.
Ketua Asosiasi Tradisi Lisan Riau, Datuk Alang Rizal, yang sekaligus menjadi dewan juri lomba, mengatakan pantun yang disampaikan Zafran dan Syakir menampilkan dialog yang runtut serta pemilihan konsep yang dekat dengan perkembangan zaman. Unsur ini menjadi nilai tambah karena mencerminkan merawat tradisi lisan Melayu yang tumbuh dari keseharian masyarakat.
"Keberhasilan meraih juara pertama tidak terlepas dari keseriusan keduanya dalam mempersiapkan konsep dan penyampaian. Mereka menampilkan pantun dengan artikulasi yang jelas, ekspresi yang bagus, serta tetap menjaga kaidah dan kesantunan bahasa," katanya di Anjung Seni Idrus Tintin, Pekanbaru, Rabu (17/12/2025) malam.
Dijelaskan, lomba ini bertujuan mendorong partisipasi generasi muda dalam merawat dan mengembangkan tradisi lisan. Media video dipilih sebagai sarana agar pantun dapat disampaikan secara lebih luas dan sesuai dengan perkembangan zaman.
"Sehingga diharapkan ini dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya untuk terus berkarya yang mengangkat nilai-nilai budaya daerah serta mampu beradaptasi dengan digitalisasi," jelasnya.
Sementara itu, Pemenang lomba video berbalas pantun, Muhammad Zafran menerangkan pentingnya menjaga warisan budaya Riau di tengah pesatnya kemajuan teknologi. Ia menambahkan, pantun yang disampaikannya mengusung pesan bahwa media sosial seharusnya menjadi sarana untuk mengembangkan dan memperkenalkan budaya, bukan justru menjauhkannya dari kehidupan generasi muda.
"Tema pantun yang kami angkat adalah menjaga warisan budaya Riau di tengah kemajuan teknologi. Karena teknologi maju zaman ke zaman warisan budaya tetap selalu kita kembangkan lewat digital," terangnya.
Menurutnya, media digital membuka peluang besar bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan menyebarluaskan budaya daerah, termasuk pantun, kepada masyarakat yang lebih luas. Dengan kemasan kreatif, tradisi lisan dapat tetap hidup dan relevan di era modern.
"Pantun yang disampaikan dalam format video tersebut dirancang agar mudah dipahami dan dekat dengan keseharian anak muda. Pemilihan bahasa dan penyampaian kami sesuaikan dengan karakter tanpa menghilangkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya," tambahnya.
Selain itu, Muhammad Syakir Al Azani mengungkapkan rasa syukur atas juara yang mereka raih. Ia menilai ajang video berbalas pantun menjadi ruang belajar sekaligus wadah berekspresi bagi pelajar dalam menyalurkan kreativitas berbasis budaya.
Syakir berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahunnya. Sehingga, semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk mengenal dan melestarikan pantun.
"Alhamdulillah kami gak nyangka bisa dapat juara satu, tentu sangat senang. Terima kasih untuk Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kebudayaan dan Asosiasi Tradisi Lisan yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga tahun-tahun berikutnya perlombaan berbalas pantun bisa dapat digelar, dengan begitu warisan budaya kita tidak luntur oleh zaman." pungkasnya.(*)

Komentar Via Facebook :