Berita / Nasional /
Campak Bisa Picu Komplikasi Fatal, IDAI Tekankan Pentingnya Imunisasi
Ayobaca.id, Jakarta - Ikatan Dokter Anak Indonesia mengingatkan bahwa penyakit campak bukan sekadar demam dan ruam biasa, melainkan infeksi menular yang berpotensi menyebabkan komplikasi serius hingga kematian pada anak.
Karena itu, orang tua diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan memastikan imunisasi anak lengkap sesuai jadwal.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, imunisasi terbukti menjadi langkah efektif, bahkan sudah menyelamatkan ribuan nyawa dari penularan penyakit campak yang dapat menyebabkan kematian pada anak.
Untuk itu, Ketua Satgas Imunisai dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Hartono Gunardi mengimbau para orang tua agar lebih waspada, bahkan bila perlu memeriksa kelengkapan imunisasi pada anak. Sebab menurutnya, imunisasi sangat penting untuk melindungi anak-anak dari penyakit infeksi yang berbahaya.
"Campak sudah dikenal sejak 2500 tahun yang lalu. Campak bukan hanya penyakit demam, tetapi lebih dari itu bisa berbahaya dan menular," jelasnya dalam Webinar dengan tema 'Waspada Campak, Cek Faktanya, Lengkapi Imunisasinya', yang diselenggarakan oleh Kemenkes RI melalui zoom meeting, Rabu (15/4/26).
Lebih lanjut, Hartono membeberkan, gejala penyakit campak bisa diketahui apabila mengalami demam, batuk disertai pilek, mata merah, bercak koplik (bintik putih keabu-abuan kecil dengan dasar merah yang muncul pada pipi bagian dalam), hingga ruam merah. Penyakit ini bisa sebabkan radang otak dan radang paru-paru, lalu difteri dapat akibatkan sumbatan napas, sehingga bisa menyebabkan kematian pada anak. Padahal, sebutnya, semua penyakit tersebut bisa dicegah dengan imunisasi.
"Yuk para orang tua, lebih waspada dan lengkapi imunisasi pada anak," ajaknya.
Masih kata Hartono, pada anak, penyakit campak dapat dicegah dengan imunisasi vaksin MR (Measles and Rubella). Vaksin ini dinilai sangat efektif untuk mencegah campak dan rubella pada anak. Ia merekomendasikan pemberian vaksin MR dengan tiga dosis, diantaranya pada usia 9 bulan (+IVP), usia 18 bulan (+pentavalen), dan usia 7 tahun atau kelas 1 SD (+DT/Td).
"Vaksin MR secara umum sangat aman, sama seperti vaksin imunisasi lainnya," ujarnya.
Untuk diketahui, Majelis Kesehatan Dunia telah memprakarsai Pekan Imunisasi Dunia yang diperingati pada tiap minggu ke-4 bulan April (24 – 30 April). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat terutama orang tua dan pengasuh anak dalam mencapai status imunisasi rutin lengkap sesuai jadwal.
"Imunisasi campak terbukti dapat mencegah terjadinya penyakit campak. Akan tetapi, bagi anak yang belum diimunisasi campak atau belum lengkap, perlu imunisasi kejar," pungkas Hartono.(*)

Komentar Via Facebook :