Berita / Ekbis /

Robi Junipa dan Muttaqin Menguat di Bursa Direktur BSP

Robi Junipa dan Muttaqin Menguat di Bursa Direktur BSP

Ayobaca.id. JAKARTA — Proses seleksi Direktur PT Bumi Siak Pusako (BSP) memasuki babak akhir setelah uji kompetensi rampung dilaksanakan. Dari 10 kandidat yang mengikuti rangkaian Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK), dua nama dinilai paling siap dan menguat menuju tahap final, yakni Robi Junipa, ST dan Muttaqin, ST.

Lembaga independen PPM Manajemen yang ditunjuk sebagai pelaksana asesmen telah menyerahkan hasil penilaian kepada Panitia Seleksi (Pansel). Dalam laporan tersebut, para kandidat dipetakan ke dalam tiga kategori, yaitu disarankan, disarankan dengan pengembangan, dan tidak disarankan, berdasarkan aspek kompetensi, integritas, dan kemampuan manajerial.

Ketua Tim Pansel, H. Heriyanto, SH, menyebutkan hanya dua kandidat yang masuk kategori disarankan tanpa catatan.

“Kami telah menerima hasil penilaian kompetensi dari PPM Manajemen. Hasilnya, hanya dua orang yang direkomendasikan, yaitu saudara Robi Junipa dan Muttaqin. Namun proses belum selesai, karena keduanya masih akan mengikuti tes kesehatan dan wawancara bersama Bupati Siak selaku pemegang saham mayoritas,” ujarnya, Senin (4/5).

Dalam hasil asesmen, Robi Junipa yang berlatar belakang teknik geofisika meraih skor tertinggi 7,72. Sementara Muttaqin dengan latar belakang teknik elektro memperoleh skor 7,64.

Heriyanto menegaskan, penilaian dilakukan secara komprehensif dan berbasis indikator terukur oleh tim profesional.

“Dalam analisa PPM Manajemen, hanya mereka berdua yang direkomendasikan tanpa catatan. Proses ini dilakukan oleh tim ahli yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Selanjutnya, kedua kandidat dijadwalkan menjalani Medical Check Up (MCU) pada Rabu pekan depan di Eka Hospital Pekanbaru. Tahapan berikutnya adalah wawancara yang akan digelar di dua lokasi berbeda dengan fokus penilaian yang berbeda pula.

Wawancara bersama Bupati Siak dan didampingi BPKP dijadwalkan pada 12 Mei 2026 di Pekanbaru, dengan penekanan pada visi-misi serta tata kelola perusahaan (GCG).

Sementara, wawancara bersama SKK Migas akan berlangsung pada 18 Mei 2026, yang lebih menitikberatkan pada strategi sektor migas.

“Kenapa di dua tempat, karena temanya berbeda. Dengan SKK Migas lebih ke pendalaman visi-misi terkait industri migas, sementara dengan BPKP dan Bupati lebih ke aspek tata kelola,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur PPM Manajemen, Aditayani Indra Kukila, M.Psi menegaskan bahwa proses UKK dirancang secara ketat, objektif, dan menyeluruh.

“UKK ini bukan sekadar formalitas. Kami menguji kemampuan strategis, analisis, hingga integritas kandidat dalam menghadapi tantangan bisnis yang kompleks,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh tahapan asesmen meliputi pemaparan visi-misi, studi kasus, wawancara mendalam, serta penelusuran rekam jejak profesional.

“Semua proses berjalan tanpa intervensi, terdokumentasi dengan baik, dan setiap peserta diperlakukan setara. Penilaian dilakukan secara objektif berbasis kompetensi,” tegasnya.(*)


Komentar Via Facebook :