Berita / Riau / Pekanbaru
Wali Kota Pekanbaru Tegas: Satpol PP Harus Profesional, Pungli ke PKL Dilarang Keras
Ayobaca.id, Pekanbaru – Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan pentingnya profesionalisme dan integritas bagi seluruh personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai garda terdepan dalam menjaga ketertiban dan citra kota.
Dalam arahannya di Kantor Satpol PP, Selasa (14/4), Agung secara tegas melarang praktik pungutan liar (pungli), khususnya terhadap pedagang kaki lima (PKL). Ia menekankan tidak boleh ada lagi oknum petugas yang meminta uang dengan alasan apa pun, termasuk penitipan gerobak atau lapak.
“Tidak ada lagi pungli. Kawasan Mal Pelayanan Publik bukan tempat penyimpanan gerobak karena merusak estetika kota,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa Pekanbaru merupakan pintu gerbang Provinsi Riau, sehingga seluruh aparatur harus tampil rapi, disiplin, dan berintegritas dalam menjalankan tugas.
Selain itu, Agung mendorong peningkatan patroli rutin guna menjaga ketertiban umum. Ia juga menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan yang telah diberikan pemerintah harus diimbangi dengan kinerja dan kedisiplinan yang lebih baik.
Menurutnya, Satpol PP memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program pemerintah daerah, termasuk bersinergi dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Sosial.
“Satpol PP adalah pasukan utama dalam menertibkan dan menyukseskan program pembangunan kota,” ujarnya.
Untuk meningkatkan efektivitas kerja, Pemko Pekanbaru berencana memusatkan operasional Satpol PP di kantor baru di Jalan Ahmad Yani. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan pengawasan internal.
Agung juga menyoroti pentingnya kerapian dan keseragaman personel, mulai dari pakaian dinas hingga penampilan fisik. Selain itu, ia mendorong peningkatan kebugaran dengan menetapkan standar minimal kemampuan berlari sejauh lima kilometer.
Sebagai bentuk perhatian, pemerintah juga akan memberikan bantuan sembako kepada personel. Namun, ia menegaskan bahwa kesejahteraan tersebut harus dibarengi dengan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.
Dalam penegakan ketertiban, Satpol PP diminta mengedepankan pendekatan persuasif tanpa tindakan kasar. Namun demikian, terhadap praktik premanisme, Agung menegaskan tidak akan memberi toleransi.
“Saya tidak akan membiarkan premanisme di Pekanbaru. Jika Satpol PP tidak berani, saya yang akan turun langsung,” tutupnya. (*)

Komentar Via Facebook :