Berita / Riau / Pekanbaru
Advertorial Pemko Pekanbaru
Program MBG dari Pemko Dibawah Kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Berikan Dampak Nyata
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Meresmikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tahap II yang berlokasi di Jalan WR Supratman, Pekanbaru beberapa waktu lalu
AyoBaca.id, Pekanbaru - Masyarakat Kota Pekanbaru khususnya para orang tua, merasakan langsung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, dibawah kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho.
Lewat Program MGB dari Pemerintah Pusat ini, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengajak masyarakat mendukung program yang memberikan manfaat yang sangat besar saat ini bagi masyarakat.
Menurut Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, kehadiran program MBG tidak hanya meringankan beban ekonomi keluarga, akan tetapi, program ini juga memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang lebih baik selama berada di lingkungan sekolah.
"Program ini (MBG) sangat membantu sekali. orang tua yang memiliki anak dan bersekolah, mengurangi pemberian uang saku untuk makan siang bagi anaknya di sekolah," ujar Agung
Dia berharap, program MBG yang diberikan pemerintah yang direncanakan Presiden Prabowo dapat berjalan dengan baik di bidang kesehatan.

Dengan program MBG ini, salah satu yang menjadi fokus Pemko Pekanbaru saat ini yakni, gencar memberantas stunting. Di Kota Pekanbaru, penanganan stunting oleh Pemko Pekanbaru berada di Kecamatan Sukajadi.
Dari data yang dihimpun oleh Pemko Pekanbaru, terdapat 22 orang anak yang mengalami stunting. Kondisi ini mendapatkan perhatian serius dari Pemko Pekanbaru. Diketahui bersama, penanganan stunting tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
Butuh dukungan secara berkelanjutan. Baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan masyarakat, agar program ini dapat berjalan dengan lancar.
Selain itu, peran aktif ujung tombak aeperti Camat dan Lurah, serta keterlibatan dunia usaha perusahaan lewat program tanggung jawab sosial.
Diantara pihak yang terlibat dan berkolaborasi dengan Pemko Pekanbaru dalam penanganan stunting saat ini, diantaranya Angkasa Pura serta Yayasan Baitul Maal BRILiaN (YBM BRILiaN) yang telah menyalurkan bantuan, melalui program CSR di penanganan stunting.
Selain itu, peran 'orang tua asuh' bagi anak-anak penderita stunting juga dibutuhkan sehingga permasalahan stunting dapat dituntaskan.
Atasi Stunting, Wako Terima Penghargaan
Mendukung program MBG di tingkat Pemerintah Daerah dan dianggap berhasil menekan stunting, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, menerima penghargaan dari Pemerintah Pusat oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Pusat terhadap kinerja Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui program-program strategis yang berdampak langsung pada penurunan stunting.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, menyebutkan jika penghargaan yang diraih saat ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan kerjasama serta jajaran yang terlibat dalam kolaborasi. Tanpa dukungan itu, penghargaan ini, mungkin saja tidak bisa berjalan.
"Penanganan stunting menjadi salah satu prioritas utama yang terus didorong secara berkelanjutan," kata Wako Agung.
Agung melanjutkan, saat ini pihaknya terus melakukan upaya program zero stunting dibawah kepemimpinannya. Dia memastikan agar program ini dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga kasus stunting dapat ditekan sesuai harapan.
Diketahui, dalam upaya pogram penanganan stunting saat ini, Wako memberdayakan seluruh kader posyandu yang tersebar di setiap kelurahan. Kader posyandu yang didominasi oleh ibu-ibu ini, terus melakukan pembinaan dalam tumbuh kembang anak dan pendampingan pemberian gizi berkelanjutan.
Aktifnya para kader di tingkat bawah dalam upaya penanganan kasus stunting di tingkatan bawah itulah, membuat Pemko Pekanbaru dibawah kepemimpinan Agung Nugroho, menerima penghargaan dari Kemendagri sebesar Rp2 miliar.
Dana bantuan yang diberikan tersebut rencananya akan digunakan untuk memperkuat dan melanjutkan program zero stunting di Kota Pekanbaru, sehingga memberikan program sscara keberlanjutan.
Capaian dari sebuah pengharaan ini bukanlah akhir, melainkan langkah awal untuk mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata, sehingga memotivasi unsur yang terlibat dapat bekerja lebih ekstra guna menyelesaikan persoalan stunting di Kota Pekanbaru. (ADV)

Komentar Via Facebook :